Check Up 10 Bulan

Waduh…udah kelamaan nih, sampe kelewat cerita ada check up 10 bulan. Seperti biasa harus reservasi dulu sebulan sebelumnya, setelah ditentukan tanggalnya, baru kita datang.

Seperti biasa juga, ada formulir ukuran A3 dengan huruf kanji yang harus diisi, jadi sehari sebelumnya aku ke rumah U-san yang baik hati. Selain dibantu ngisi, aku juga disuguhin makan siang berupa homemade veggie pizza & corn cream soup. Wah jadi enak hehe.

Pertanyaannya detil banget, mulai dari perkembangan fisik, makanan, lingkungan sampai ke kondisi ibu. Misalnya, apakah bayi bisa berdiri, bisa berjalan, mengerti kalau kita bilang jangan, menengok kalau dipanggil, bisa melambaikan tangan kalau ‘bye-bye’, bisa mengambil benda, dst.

Pertanyaan makanan juga detil, misalnya makanan apa aja yang diberikan? berapa kali sehari? berapa sendok sekali makan? susunya berapa kali sehari? susu ibu atau susu kaleng? dst.

Di formulir itu juga ada pertanyaan apakah ibu punya teman berbagi rasa? apa ibu merasa frustasi? apa ibu atau orang2 di rumah ada yg merokok? apa ibu sekarang lagi hamil? dst dst…detil banget deh, pantesan sampe se-A3 gitu kertasnya, serasa ujian. Kalo ada pertanyaan seputar anak, bisa ditulis juga di formulir itu,

Tiba di kliniik harus 15 menit sebelum jam check up, untuk persiapan. Bajunya harus dibuka dulu sebelum dipanggil. Lalu suster datang ke tiap anak buat ngukur lingkar kepala dan lingkar dada. Semua anak kalo diukur ternyata nangis hehe… Trus diukur berat & panjang. Setelah itu nunggu lagi buat masuk ke ruang dokter.

Di dalem ruang dokter, ngga banyak yang dilakukan dokter. Cuma nge-input isi formulir, meriksa pake stetoskop, trus menjawab pertanyaan yang kita tulis di formulir itu. Alhamdulillah sehat. Setelah itu kita menghadap nutrisionis. Dia ngebagi-in sample susu morinaga Chiru-Miru (kalau di Indonesia mungkin setara dengan Chill-Mill), dia juga ngejawab pertanyaan kita seputar makanan. Banyak yang pengen aku tanyain, tapi krn bayiku nangis aja, jadi bete.

Dari situ aku tahu kalau ikan dan daging udah harus dimulai. Sebelumnya yang aku tau, ikan dan daging belum boleh sampai umr setahun. Tapi ternyata udah harus mulai. Kalau ikan, dimulai dengan ikan berdaging putih. Setelah itu ikan berdaging oranye atau merah seperti salmon. Kalau itu ok, bisa belanjut ke ‘blue skin fish’. Nah si blue skin fish ini apa ya, aku juga belum tau. Tuna mungkin?

Yang aku kecewa, isian tentang makanan yang aku isi ngga dikomentarin, jadi aku ngga tau apa pemberian makanan buat bayiku selama ini udah bener belum. Atau udah bener ya, jadi ngga dikomentarin? hehe…semoga bener.

This entry was posted in Seputar Anak di Jepang. Bookmark the permalink.

Thank you very much for your visiting to my blog

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s