Asik sunatan

Ngga kerasa anak keduaku sekarang udah berumur 4,5 tahun. Sejak tahun lalu dia udah nagih aja sunat. Mungkin gara-gara dia ingat waktu kakaknya disunat 2 tahun yang lalu, seru banget banyak hadiah bagus-bagus. Jadilah dia pengen banget. Akhirnya daripada dia berubah pikiran, aku dan suami memutuskan kalau si ade akan disunat di liburan bulan desember 2016.

Tempat sunatnya pun kami ngga cari-cari lagi. Karena kakaknya dulu sunat di Seno Medika, dan kami merasa puas & cocok di situ, jadi untuk adenya pun di situ lagi. Tentang Klinik Khitan Seno Medika bisa dilihat di webnya (http://khitanan-senomedika.com/index).

Setelah ditimbang-timbang, sampailah pada keputusan bahwa ade akan disunat tanggal 25 desember. KEnapa? ini ngga ada hubungannya dengan natal. tapi gara-garanya tanggal 24 desember anak-anak dibagi rapot dan ada acara pentas. Kasian kan kalau ngga ikut.

Beberapa hari sebelum tanggal 25, kami ke sana untuk pesen tempat dan sekalian periksa, barangkali ada kelainan. Ada 3 kelas, yaitu kelas umum, khusus dan VIP. PERbedaannya ada di lamanya obat bius bertahan, dan untuk yang VIP kalau harus bolak balik periksa pasca khitan, tidak ada biaya lagi. Kami ambil kelas yang VIP, dengan pertimbangan kalau ternyata (amit-amit) ada apa2 dengan si ade, kita udah siapkan. Ngga harus keluar biaya lagi.

Oh ya, sekarang udah lebih banyak kemajuan dibandingkan waktu kakaknya sunat. Pertama, gedungnya lebih rapi dengan lahan parkir di belakang gedung, jadi ngga di pinggir jalan parkirnya. Lalu kedua, ada paket roti buaya. Ketiga, ada paket foto. Eh paket foto ini mungkin dulu udah ada, lupa hehe.

Jadi prosedurnya, kita datang dulu ke resepsionis, daftar mau kelas apa, isi formulir, bayar.  Lalu kita diberi surat ijin khitan dan kuitansi yang dicap VIP, dan tertulis bahwa kita harus datang pukul 04.00 pagi di tanggal 25 Desember (Waduh apa bisa ya jam segitu udah sampe). Lalu  kita disuruh ke lantai atas untuk diperiksa. Lama juga ngantrinya. Mungkin akan banyak yang sunat ya pas liburan.

Setelah ade diperiksa, dokter menjelaskan bahwa ade phimosis dan dijelaskan juga proses pasca khitan untuk yg phimosis seperti apa dan jangka waktunya kira-kira berapa lama penyembuhannya. Yah seperti kakaknya dulu juga phimosis. Mungkin turunan apa gimana sih, ngga ngerti deh. Apa itu phimosis? Klik aja link berikut. SEtelah itu kita pulang.

Akhirnya tibalah tanggal 25. Malamnya aku ngga bisa tidur. Pertama, karena aku takut bangun kesiangan. Kedua, aku deg-degan takut ade rewel. Ketiga, aku sepertinya masih  trauma waktu kakanya sunat. Ngilu bgt liat luka khitannya. Alhamdulillah pas jam 3 pagi anak-anak bangun dan mandi dengan mudah, ngga pake rewel. Jadi kita bisa sampai di klinik seno pas jam 4 pagi. BEgitu sampai kita kaget sekali. Kok banyak orang banget kaya pasar. Mereka ngapain? Olalaa…ternyata banyak bgt yang sunat. Udah pesimis, takut kelamaan nunggu lalu ade rewel.

Begitu datang, surat ijin & kuitansi diberikan ke resepsionis, lalu dia panggil satu persatu. Setelah dipanggil, dia tanya anaknya mana? udah sarapan belum? eh, yg dikira mau sunat malah kakaknya, bukan si ade hehe. Lalu si ade dikasih nomer. Kita yg nganter dikasih kalung. Hanya boleh 2 yang mengantar. Tapi kakaknya boleh ikut.Lalu kita disuruh ke atas, tempat VIP.

Sampai di atas, surat ijin & k uitansi kita berikan lagi ke resepsionis di ruang VIP. Lalu kita disuruh nunggu. Ya ampun, penuh banget juga di VIP. Dulu waktu kakaknya sunat enak banget kosong, kebetulan lagi bulan puasa. Jadi kita agak santai. waitingroomseno

Ruang tunggunya kaya di kawinan hehe. Disediakan teh, kopi dan snack untuk yang nunggu. Setelah nomor dan nama si ade dipanggil, ade disuruh masuk ke ruangan. SEndal dan jaket disuruh lepas, kita pengantar menunggu di luar.

Lalu di tengah-tengah penantian, pengantar dipanggil sama resepsionis. Ia menjelaskan ttg perawatan pasca khitan harus bagaimana, cara pemberian obat, dll, sambil penyerahan obat2an. Ada 3 jenis yang diberikan untuk perawatan luar yaitu obat tetes, rivanol dan kain kassa. Obat tetes untuk luka khitan, rivanol untuk membersihkan area sekitarnya dan juga untuk selangkangan dan paha. Caranya, rivanol disiram ke kain kassa, lalu diseka area yg akan dibersihkan. Jadi  kain kassa bukan untuk membalut.

Untuk obat yang diminum ada antibiotik dan pain killer. Pan killer hanya diberikan 2 hari saja. Yang aku foto hanya obat luar saja.

obatseno

Selain obat, kuitansi dan surat ijin tadi dikembalikan ke kami, lalu ada tulisan harus kontrol d hari ke empat. Karena khitannya minggu, berarti harus datanv hari Rabu. Waktu kakaknya sunat, kita dikasih tas untuk tempat obat, tapi sekarang cuma pakai keresek. Agak kecewa juga, yaah…kok ngga dikasih tas lagi.

tasseno

Lalu kita menunggu lagi. Lumayan juga agak lama. Di dekat pintu keluar ruang sunat, ada tv yg menayangkan penjelasan ttg khitan dan perawatan pasca khitan. Jadi aku nonton sambil nunggu. Oh ya, ada larangan juga yaitu luka khitan dilarang dibalut, dilarang pakai obat selain dari klinik itu, dilarang pakai celana sunat yg bentuk batok (karena jadi lembab, sehingga sembuhnya lama), dilarang kena air, dilarang kena air pipis.

Setelah sekitar 30 menit,  ada suara panggilan nama si ade, katanya akan keluar dari pintu VIP2. Kita segera ke sana dan betul aja, dia keluar diantar suster, senyum sambil bawa foto dan thumbler. Ooh ternyata kali ini merchandise nya adalah thumbler. Baiklaah.

Ciri khas sunat di klinik dokter seno ini, anak bisa langsung pakai celana. Jadi dipasang semacam topi yg diikat karet ke pinggang, supaya celana ngga nempel ke luka khitan. Topinya ngga menutup luka, cuma ada lidah di bag atas sebagai penghalang.

img_20161230_150900

Setelah itu kami langsung pulang. Di rumah udah kami siapkan hadiah yang bikin dia bahagia. Alhamdulillah bisa bikin dia bahagia di tengah perjuangannya. Kami ngga bikin pesta, cuma kumpul keluarga aja untuk doa bersama besoknya. Dan Alhamdulillah besoknya keluarga semua bisa datang dan pada bawa hadiah-hadiah juga, banyak sekali hadiahnya, ngga nyangka. Makasih banyak buat semua saudara2 tersayang. Ade dan kakaknya seneng banget.

hadiahsunat

Aahhh….Alhamdulillah…beres sudah urusan khitan mengkhitan. Sekarang tinggal perjuangan pasca khitannya. Semoga aku kuat…hiks…semoga si ade kuat….semoga cepet sehat dan jadi anak soleh, aaammiinn.

KONTROL HARI KE 4

Di hari keempat, kami datang lagi ke klinik dokter seno jam 9 pagi. Di kertas tertulisnya jam 10, tapi mengingat yg sunat banyak sekali jadi kami datang lebih pagi. Bener aja, di ruang tunggu penuh, tapi ngga sepenuh waktu hari H sunat.

Seperti biasa kertas kemarin kita serahkan ke petugas, lalu kita  nunggu. Lama juga  nunggunya, sampe aku sakit kepala. Setelah dipanggil, kita masuk ruangan praktek dokter, lalu dokter memeriksa perkembangan luka khitan, sambil dia tetesin obat dan area sekitarnya dibersihkan. Aku lega sekali abis ketemu dokter soalnya aku ngga  berani bersihin area dekat luka khitan. Setelah itu dokter menjelaskan perkembangannya nanti seperti apa. Ditunjukkan foto2nya pakai tablet, supaya kita siap. Alhamdulillah luka khitan ade perkembangannya sampe hari keempat itu bagus, udah mulai mengering. Ah lega dengernya. Setelah itu kita boleh kontrol kapan aja kalau merasa perlu.

Abis itu, aku beli lagi obat tetesnya 2 botol dan kain kassa. Biar ngga bolak balik ke sana, jauh. Ngga lupa, aku beli juga topi sunatnya biar bisa ganti hehe. Trus kita pulang deh. Semoga cepet sehat ya nak lukanya, biar bisa jalan jalan kita.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Thank you very much for your visiting to my blog

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s